
Memahami urutan pemberian obat kolam renang yang benar adalah kunci utama untuk mendapatkan air yang sehat dan jernih kristal setiap hari.
Banyak pemilik kolam di kota-kota besar seperti Jakarta hingga Surabaya sering mendapati air kolam mereka tetap berkabut atau bahkan berubah warna menjadi kehijauan meskipun sudah rutin memberikan berbagai jenis zat kimia.
Fenomena ini biasanya bukan disebabkan oleh kurangnya jumlah obat yang dimasukkan, melainkan karena reaksi kimia yang tidak berjalan semestinya akibat urutan yang berantakan.
Kami di Habibi Pool sering menjumpai kondisi air yang justru menjadi keruh putih susu karena pemilik mencampur obat tanpa jeda waktu yang tepat.
Melalui panduan ini, kami ingin membagikan prosedur standar operasional yang kami gunakan agar perawatan kolam Anda menjadi lebih efisien dan terukur.
Mengapa Cara Pengendapan Air Kolam Renang Sering Gagal
Banyak orang mengira bahwa menjernihkan kolam cukup dengan menuangkan kaporit sebanyak mungkin. Faktanya, air memiliki titik jenuh.
Tanpa cara pengendapan air kolam renang yang benar, partikel kotoran hanya akan berputar-putar di dalam sistem sirkulasi tanpa pernah benar-benar hilang.
1. Dampak Fatal Pengendapan Tanpa Prosedur
Kekeliruan dalam urutan kerja sering kali membuat kotoran kembali melayang sesaat setelah Anda menyalakan pompa. Kami sering melihat pemilik kolam di wilayah Tangerang atau Bekasi yang mengeluh mata perih saat berenang.
Itu adalah tanda bahwa sisa kimia tidak terikat dengan sempurna ke dasar kolam. Penggunaan zat kimia yang serampangan membuat anggaran perawatan membengkak namun air tetap tidak nyaman digunakan.
Bakteri dan alga masih bisa berkembang biak di balik air yang terlihat jernih secara visual namun memiliki kadar pH yang berantakan.
2. Peran Penting Koagulasi untuk Partikel Mikro
Filter pasir memiliki keterbatasan dalam menyaring partikel yang sangat halus seperti debu halus atau sisa lumut yang sudah mati. Di sinilah peran proses koagulasi.
Kami menggunakan bahan khusus untuk mengikat partikel mikro tersebut menjadi gumpalan yang lebih berat atau biasa disebut floc. Gumpalan ini nantinya akan turun ke lantai kolam sehingga air di bagian atas menjadi sangat transparan.
Tanpa proses ini, kejernihan air yang maksimal sulit untuk dicapai secara permanen.
Persiapan Sebelum Melakukan Urutan Pemberian Obat Kolam Renang
Sebelum menuangkan zat kimia apa pun ke dalam air, ada beberapa langkah urutan pemberian obat kolam renang yang wajib dilakukan. Persiapan yang matang menentukan apakah obat yang Anda beli akan bekerja seratus persen atau justru terbuang percuma ke saluran pembuangan.
1. Mengecek Kadar pH dan Chlorine dengan Test Kit
Langkah pertama kami adalah selalu melakukan pengecekan parameter air menggunakan test kit profesional. pH air yang ideal harus berada di angka 7,2 sampai 7,6.
Kami sering menemukan pemilik kolam langsung memasukkan obat pengendap saat pH masih di angka 8,0. Hasilnya? Obat tersebut tidak akan bereaksi dan air tetap keruh. Pastikan Anda memiliki alat ukur yang akurat sebelum memulai proses ini.
2. Mengatur Sistem Sirkulasi Kolam yang Tepat
Penyebaran obat harus merata ke seluruh sudut kolam, dari ujung shallow end hingga bagian terdalam. Pastikan semua inlet berfungsi dengan baik dan arahkan sirkulasi agar air berputar secara optimal.
Hal ini sangat penting di kolam renang wilayah Bali atau daerah tropis lainnya yang terpapar matahari terik, di mana penguapan zat kimia terjadi sangat cepat.
Langkah Teknis Urutan Pemberian Obat Kolam Renang Paling Efektif
Ikuti tahapan tentang urutan pemberian obat kolam renang di bawah ini dengan disiplin. Jangan pernah mencampur dua jenis zat kimia dalam satu wadah yang sama sebelum dimasukkan ke kolam karena bisa memicu reaksi gas yang berbahaya.
1. Menstabilkan pH Menggunakan HCl atau Soda Ash
Kunci utama keberhasilan ada pada tahap ini. Kami biasanya menambahkan Asam Klorida (HCl) jika kondisi air terlalu basa untuk menurunkan pH ke angka ideal.
Sebaliknya, gunakan Soda Ash jika air terlalu asam. Ketika pH sudah stabil, semua obat yang dimasukkan setelahnya akan bekerja jauh lebih efektif dan cepat.
2. Pemberian Desinfektan (Kaporit)
Setelah pH terkendali, barulah kami masukkan kaporit sebagai desinfektan utama. Fungsinya adalah membunuh bakteri dan menghentikan pertumbuhan alga.
Kami menyarankan penggunaan kaporit granular berkualitas agar cepat larut dan tidak meninggalkan banyak residu yang bisa membuat air terlihat seperti berkabut.
3. Menggunakan PAC dalam Cara Pengendapan Air Kolam Renang
Langkah selanjutnya adalah memasukkan PAC (Poly Aluminium Chloride). Ini adalah bahan utama untuk membuat kotoran mengendap.
Pastikan pompa dalam posisi re-circulate selama 1 sampai 2 jam agar PAC tersebar merata, kemudian matikan pompa sepenuhnya. Inilah momen di mana kotoran akan mulai turun perlahan ke dasar lantai kolam.
4. Waktu Tunggu dan Proses Diam (Settling Time)
Diamkan kolam minimal selama 8 hingga 12 jam, idealnya dilakukan pada malam hari. Jangan ada aktivitas berenang atau sirkulasi selama periode ini.
Kami sering melihat kegagalan karena pemilik kolam tidak sabar dan menyalakan pompa terlalu dini, sehingga kotoran yang hampir mengendap kembali berhamburan ke seluruh air.
Teknik Vacuum Waste untuk Menghilangkan Endapan Secara Permanen
Tahap ini adalah penentu apakah kerja keras Anda membuahkan hasil. Setelah kotoran terkumpul rapi di dasar kolam seperti endapan lumpur, Anda harus membuangnya keluar dari kolam tanpa melewati filter.
1. Mengarahkan Handle Multiport ke Mode Waste
Kami selalu menekankan penggunaan mode waste pada kepala filter. Dengan mode ini, kotoran yang tersedot oleh vacuum head akan langsung dibuang ke parit atau saluran pembuangan luar.
Jika Anda menggunakan mode filter, kotoran yang sangat banyak ini akan menyumbat pasir dalam sekejap dan bisa merusak komponen internal filter Anda.
2. Cara Melakukan Vacuum Secara Perlahan
Gerakkan selang vacuum dengan sangat tenang. Bayangkan Anda sedang menyedot debu halus yang sangat mudah terbang. Jika gerakan terlalu cepat, arus air akan memecah gumpalan kotoran tersebut dan membuatnya melayang kembali.
Kami di Habibi Pool biasanya melakukan teknik ini dengan presisi tinggi agar air kolam benar-benar bersih hingga ke pori-pori keramiknya.
Solusi Perawatan Kolam Renang Profesional Bersama Habibi Pool
Menjaga kejernihan air membutuhkan ketelatenan dan pemahaman teknis yang tepat. Kami menyadari kesibukan Anda, itulah sebabnya Habibi Pool hadir untuk membantu menghitung dosis chemical secara akurat agar biaya perawatan Anda lebih efisien.
Penanganan yang personal sangat penting karena setiap kolam memiliki karakteristik air yang berbeda. Selain faktor kimia, performa sirkulasi juga menentukan hasil akhir.
Khusus untuk kolam air garam atau tambak di wilayah pesisir, kami merekomendasikan pompa DAB yang terbukti tahan korosi dan tangguh.
Jangan biarkan investasi Anda terbengkalai hanya karena kekeliruan urutan perawatan yang bisa berdampak pada kesehatan keluarga. Dapatkan air kolam bening kristal tanpa ribet bersama tim ahli kami.
Untuk konsultasi atau pemesanan paket perawatan, segera hubungi kami melalui WhatsApp di +62 812-3058-6662 atau email ke sales@ragapool.co.id. Kami siap memastikan kolam renang Anda selalu dalam kondisi prima.
Baca juga: Takaran Kaporit Untuk Kolam Renang yang Tepat Beserta Caranya dan Panduan Takaran HCl untuk Kolam Renang Agar Air Jernih